Mari Mengkaji Ilmu Sosiologi!


          Wah! Jadi anak SMA baru itu, ternyata sangat berbeda dengan suasana saat sedang berada di bangku SMP, ya. Mengapa? Karena saat memasuki jenjang SMA, akan dipisah menurut bidangnya masing-masing yakni, ada IPA dan ada IPS. Kali ini, aku akan membahas salah satu mata pelajaran peminatan dari bidang IPS, yang menurutku pelajaran ini sangat penting sekali dalam kehidupan bermasyarakat kita. Apa sih itu? Yakni, pelajaran SOSIOLOGI!

  •  Sosiologi
    - Socius : Kawan
    - Logos : Bicara/Ilmu
  • Sifat Sosiologi
    - Empiris : Berdasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif.
    - Teoretis : Berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan.
    - Kumulatif : Teori sosiologi berdasarkan teori yang sudah ada.
    - Non etis : Sosiologi tidak memberikan pandangan baik atau buruk terhadap suatu fakta.
  • Sejarah Ilmu Sosiologi
    Perkembangan ilmu sosiologi berawal dari Revolusi Prancis. Revolusi Prancis menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan masyarakat Prancis. Kondisi tersebut mendorong para ilmuwan berpikir mengenai dampak Revolusi Prancis yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan politik.

          Itulah pembahasan dasar mengenai Sosiologi secara umum. Yuk, mari mengkaji ilmu sosiologi jauh lebih dalam! Sosiologi itu berhubungan dengan interaksi, sosialisasi, kelompok sosial, perilaku menyimpang, pengendalian sosial, nilai dan norma sosial, struktur sosial, mobilitas sosial, lembaga sosial. Mari mempelajarinya secara bertahap!

  1. Interaksi : Hubungan dinamis (terus berubah) yang terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok.
  2. Sosialisasi : Proses mempelajari nilai dan norma sosial.
    - Sosialisasi Primer : nasihat orang tua.
    - Sosialisasi Sekunder : lingkungan sekolah.
  3. Kelompok Sosial : Sekumpulan atau sekelompok orang yang ada di masyarakat dan memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi satu sama lain. Contohnya, kesamaan, hobi, aktivitas, minat.
  4. Perilaku Menyimpang : Segala bentuk perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma yang ada di dalam masyarakat.
    - Penyimpangan Primer : masuk jalur busway ketika terlambat.
    - Penyimpangan Sekunder : berjudi dan melakukan kekerasan.
    - Penyimpangan Positif : pengamen cilik di lampu merah.
    - Penyimpangan Negatif : korupsi, kolusi dan nepotisme.
  5. Pengendalian Sosial : Sarana atau upaya mencegah terjadinya perilaku menyimpang dari tatanan nilai dan norma sosial.
  6. Nilai dan Norma Sosial : Dibentuk berdasarkan kesepakatan anggota masyarakat.
  7. Struktur Sosial : Suatu bangunan sosial yang tersusun atas berbagai unsur pembentuk masyarakat dan unsur-unsur tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya secara fungsional.
  8. Mobilitas Sosial : Gerak perpindahan seseorang atau kelompok anggota masyarakat dari status sosial yang satu ke status sosial lainnya.
    - Vertikal : murid SMA memasuki jenjang perguruan tinggi.
    - Horizontal : pedagang bakso beralih menjadi pedagang sayur-mayur.
  9. Lembaga Sosial : Kelompok sosial yang terbentuk dari nilai, norma, adat istiadat, kepribadian dari unsur lain yang berkembang di dalam suatu lingkungan masyarakat.

          Wah, sudah mengerti belum? Berikutnya, kita akan membahas fungsi dari Sosiologi!

  1. Perencanaan Sosial
    Sosiologi memahami perkembangan kebudayaan masyarakat, baik masyarakat tradisionalmaupun modern sehingga proses penyusunan dan permasyarakatan suatu perencanaan sosial relatif mudah dilakukan.
    Sosiologi memahami hubungan manusia dengan lingkungan alam, hubungan antargolongan, juga proses perubahan dan pengaruh penemuan baru terhadap masyarakat. Ini berarti perencanaan ke depan yang disusun atas dasar kenyataan yang faktual dalam masyarakat oleh sosiologi relatif bisa dipercaya.
    a. Sosiologi memiliki disiplin ilmiah yang didasarkan atas objektivitas. Dengan demikian, pelaksanaan suatu perencanaan sosial diharapkan lebih kecil penyimpangannya.
    b. Dengan berpikir secara sosiologi, suatu perencanaan sosial dapat dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat ketertinggalan dan tingkat kemajuan masyarakat ditinjau dari sudut kebudayaannya, seperti perkembangan iptek. Hal ini dilakukan agar dapat menyesuaikan dengan pertumbuhan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada.
    c. Menurut pandangan sosiologi, perencanaan sosial merupakan alat untuk mengetahui perkembangan masyarakat yang fungsinya untuk menghimpun kekuatan sosial guna menciptakan ketertiban masyarakat.
  2. Penelitian
    Dalam bidang penelitian masyarakat, sosiologi memiliki kelebihan dibandingkan ilmu-ilmu yang lain karena:
    a. Memahami simbol kata-kata, kode, serta berbagai istilah yang digunakan oleh masyarakat sebagai objek penelitian empiris.
    b. Pemahaman terhadap pola-pola tingkah laku manusia dalam masyarakat.
    c. Kemampuan untuk mempertimbangkan berbagai fenomena atau gejala sosial yang timbul dalam kehidupan masyarakat, terlepas dari prasangka-prasangka subjektif.
    d. Kemampuan melihat kecenderungan-kecenderungan arah perubahan pola tingkah laku anggota masyarakat atas sebab-sebab tertentu.
    e. Kehati-hatian dalam menjaga pemikiran yang rasional sehingga tidak terjebak dalam pola pikir yang tidak jelas.
  3. Pembangunan
    Fungsi atau kegunaan sosiologi dalam usaha-usaha pembangunan (dalam Sosiologi Suatu Pengantar edisi kedua, Soerjono Soekanto, 1986) adalah sebagai berikut.
    a. Pada Tahap Perencanaan
    Sosiologi dapat berguna di dalam mengadakan identifikasi-identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat. Pada tahap ini diperlukan data yang relatif lengkap mengenai masyarakat yang akan dibangun. Data-data tersebut mencakup pola interaksi sosial, kelompok sosial, kebudayaan yang berintikan pada nilai-nilai, lembaga sosial, dan stratifikasi sosial.
    b. Pada Tahap Pelaksanaan
    Pada tahan pelaksanaan perlu diadakan identifikasi terhadap kekuatan dalam masyarakat. Hal itu dapat dilakukan dengan cara mengadakan penelitian terhadap pola-pola kekuasaan dan wewenang yang ada di masyarakat. Di samping itu, juga harus diadakan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi.
    c. Pada Tahap Evaluasi
    Pada tahap evaluasi diadakan analisi terhadap efek pembangunan. Kebersihan pembanguna hanya dapat dinilai melalui evaluasi dan dapat diidentifikasi tentang adanya kekurangan, kemacetan, kemunduran, bahkan mungkin kemerosotan. Melalui evaluasi dpaat dilakukan pengadaan, pembetulan, penambahan, dan peningkatan secara proposional (seimbang).
  4. Pemecahan Masalah Sosial
    Masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor berikut.
    a. Ekonomis, misalnya kemiskinan, pengangguran, dan bencana alam.
    b. Biologis, misalnya penyakit menular dan wabah.
    c. Psikologis, misalnya penyakit syaraf, bunuh diri, dan disorganisasi jiwa.
    d. Kebudayaan, misalnya kejahatan, penceraian, kenakalan remaja, konflik etnis, dan konflik agama.


Komentar